Utsman bin Affan, dari Saudagar Kaya Raya hingga menjadi Khalifah | Surau

Utsman bin Affan, dari Saudagar Kaya Raya hingga menjadi Khalifah

Surau.co – Utsman bin Affan memiliki nama lengkap Utsan bin Affan bin Abi Ash bin Umayyah bin Abd Syams bin Abdi Manaf al Umawy al Quraisy. Lahir dari ayah yang bernama Affan bin Abi Al-‘Ash bin Umayyah bin Abd Syam dan ibu yang bernama Arwa’ bin Kuraiz bin Rabi’ah bin Habib bin Abdi Syams. Kedua orangtuanya ini berasal dari Bani Syam. Dia lahir dari keluarga saudagar yang kaya raya dan sejahtera.

Profesinya sebagai pengusaha, yang juga pewaris dan pengelola banyak bisnis menjadikannya sebagai bagian dari orang-orang terkaya yang ada di Makkah. Tumbuh sebagai sosok yang murah hati, lembut, dan dermawan. Terkenal kerap membagikan harta miliknya guna membantu umat yang membutuhkan. Pertemuan Utsman dengan Rasulullah SAW diperantarai oleh Abu Bakar. Masuknya Utsman pada Islam juga atas ajakan dari Abu Bakar yang menjadikannya bagian dari golongan orang yang pertama masuk Islam (As-Sabiqun Al-Awwalun).

Utsman merupakan pemimpin kekhalifahan Islam ketiga setelah Abu Bakar Ash Shidiq dan Umar bin Khattab. Pengangkatannya sebagai khalifah saat itu, dia dipilih dari enam calon yang diusulkan, yang terdiri dari: Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Thallah bin Ubaidillah, Abdul Rahman bin ‘Auf, Zubair bin Awwam, dan Sa’ad bin Waqas. Saat pemilihan, empat mengundurkan diri dan hanya menyisakan Umar dan Ali. Suara masyarakat memilih Utsman sebagai khalifah ketiga yang saat itu berumur 70 tahun.

Masa kekuasaan Utsman bin Affan merupakan yang paling lama dibanding kekhalifahan yang lain. Dia memegang kekuasaan dari tahun 644-656. Wilayah kekuasaan Khalifah Utsman di masa kepemimpinannya meliputi Syria dan wilayah Afrika Utara, juga Arjna, Khurasan, Nashabur (Iran), serta Persia. Utsman juga mendapat gelar “Dzun Nura’ini” karena telah menikah dengan dua puteri Rasulullah SAW yang bernama Ruqayyah dan Ummu Kultsum, pemilik dua cahaya.

Utsman meninggal pada Jumat, 18 Dzulhijjah 35 Hijriyah (meski ada riwayat lain yang mengatakan meninggal pada 12 Djulhijjah). Kematian Utsman disebabkan oleh pembunuhan yang dilakukan oleh pemberontak kaum Khawarij yang terjadi di rumah Utsman. Utsman mati syahid ketika dia dibunuh dalam kondisi tengah membaca Al Quran.

Khalifah Ustman memiliki keuatamaan lain yang tidak akan dilupakan oleh umat Islam. Dia berjasa telah membukukan Al-Quran menjadi satu versi bacaan, membuat salinan-salinannya, kemudian salinan itu dikirim ke berbagai negara-negara Islam. Pada masa itu Utsman membentuk tim ahli dan mengutus Ummul Mukminin Hafshah binti Umar bin Khathab radhiyallahu anhuma untuk membukukan mushaf Al Quran yang dibukukan di masa Abu Bakar. Mushaf ini dikenal sebagai Mushaf Utsmani.  Dengan kebijakan ini Utsman secara langsung dan tidak langsung telah menjaga keaslian Al-Quran hingga hari ini, di sisi lain dia juga telah memerintahkan umat Islam untuk memusnahkan mushaf-mushaf yang kala itu bertentangan.

Keimanan Utsman pada Rasulullah SAW tak diragukan meskipun Utsman mendapat serangan dan tekanan dari suku Quraisy. Utsman juga setia mengikuti Rasulullah SAW untuk hijrah dari Makkah menuju Madinah, sambil tetap melakoni profesi sebagai pedagang. Utsman mengikuti Nabi Muhammad pula di beberapa medan perang. Salah satunya melakukan negosiasi pada pemimpin suku Quraisy di Makkah bernama Abu Sufyan bin Harb yang menentang Nabi Muhammad. Negosiasi ini sukses sehingga membuka peluang umat Muslim berziarah ke Ka’bah.

Masa kekhalifahan Utsman juga ditandai dengan percepatan pertumbuhan ekonomi. Masa kekhalifannya disebut-sebut sebagai masa yang makmur dan sejahtera, hingga saking sejahteranya rakyat bisa melakukan haji berkali-kali. Sebab jumlah jemaah yang membengkak, kemudian Utsman melakukan perluasan Masjidil Al-Haram (Makkah) juga Masjid Nabawi yang ada di Madinah.

Quotes Utsman bin Affan 1

Instagram @suraudotco

Pada masa kekhalifahannya, polisi keamanan untuk rakyat juga dibentuk yang berfungsi khusus menangani perkara-perkara. Pengadilan dan mahkamah ini sebelumnya dilakukan di masjid. Kemudian dibuat khusus untuk kemashlatan umat. Utsman juga banyak melakukan restrukturisasi bagi orang-orang yang dirasa kurang cakap dan tidak cocok untuk dignatikan oleh mereka yang lebih kredibel. Meski di belakang kebijakannya ini membuat banyak sakit hati pejabat yang merasa dilengserkan, lalu mereka melakukan persekongkolan membunuh khalifah.

Baca juga: Kesakitan Pedang Zulfikar dalam Perang Khandaq

Surau
Logo
Reset Password
Compare items
  • Total (0)
Compare
0
Shopping cart