Masjid Baabul Munawwar

Surau.co – Masjid Baabul Munawwar adalah sebuah masjid yang dibangun pada kedalaman 1.760 meter di bawah permukaan bumi di daerah pertambangan PT Freeport Papua. Masjid mampu menampung 250 jemaat ini diresmikan pada bulan Juni 2016 yang ditandatangani oleh Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen Fransen G. Siahaan. Bangunan masjid ini juga bersebelahan dengan gereja Oikumene Soteria sebagai simbol toleransi antar umat beragama di Indonesia. Masjid ini dibangun agar para pekerja umat muslim dapat melaksanakan ibadah salat lima waktu di tempat mereka bekerja.

 

Arsitektur Masjid

Masjid Baabul Munawwar ini merupakan masjid yang terletak di bawah tanah yang unik dengan hiasan dinding perut bumi dan penambahan lampu-lampu gantung yang menerangi masjid tersebut. Struktur dan arsitek dari pembangunan Masjid Baabul Munawwar ini adalah seorang lulusan mahasiswa Institut Teknologi Bandung bernama Andrew Parhusip dan seorang arsiteknya bernama Alexander Mone yang lulusan dari Universitas Bina Nusantara. Dalam Masjid Baabul Munawwar ini dipasang alat teknologi sirkulasi udara untuk menyedot udara kotor ke luar bangunan.

 

Tempat Ibadah di Tengah Hiruk-Pikuk PT Freeport Papua

Di balik hiruk pikuk tugas dan hectic-nya para pekerja, siapa sangka PT Freeport Papua punya rumah ibadah yang tak biasa. Adapun keunikannya terlihat dari lokasinya. Adalah Masjid Baabul Munawwar, yang berada di kedalaman 1.760 meter di bawah permukaan bumi. Berlokasi di Tembagapura, Kota Timika, di area pertambangan PT Freeport Papua, masjid ini diresmikan pada bulan Juni tahun 2016 lalu.

Mengingat lokasinya yang berada di bawah tanah, maka tak heran bila Masjid Baabul Munawwa tak memiliki kubah, namun dilengkapi dengan alat berteknologi canggih yang berguna untuk mengatur sirkulasi udara.

Walau begitu, masjid ini mampu menampung sekitar 250 jamaah, lho. Di masjid ini para karyawan dapat melaksanakan ibadah shalat lima waktu bahkan shalat tarawih seperti saat-saat Ramadhan sekarang ini.

Tak hanya itu,  menurut beberapa sumber Masjid Baabul Munawwar memegang rekor MURI sebagai masjid terdalam di Indonesia. Tapi, masjid ini tak sendiri, ada pula Gereja Oikumene Soretia yang mendapat penghargaan serupa.

Teguh, karyawan departemen konstruksi tambang Deep Mill Level Zone (DMLZ) Freeport, Timika, Papua, menuturkan bila di perusahaan tempatnya bekerja selalu memperhatikan hal kecil, seperti persiapan buka puasa. Setiap karyawan Muslim akan didata, agar saat buka puasa tiba, mereka bisa menghentikan aktivitasnya untuk berbuka.

Lebih lanjut, Masjid Baabul Munawwar dan Gereja Oikumene memang sengaja dibangun bersebelahan untuk melambangkan toleransi umat beragama. Pendirian Masjid Baabul Munawwar yang terletak di dalam “perut” Bumi Timika, Papua, telah memperkuat kehidupan beragama karyawan yang bekerja di tambang bawah tanah milik PT Freeport Indonesia

VP Coorporate Communication PT Freeport Indonesia Riza Pratama dalam pernyataan di Jakarta, Rabu, mengatakan masjid ini telah memberikan kenyamanan bagi karyawan menjalankan ibadah sehari-hari.

Masjid Baabul Munawwar yang terletak di Tembagapura, Timika, Papua, didirikan manajemen PT Freeport Indonesia pada Juni 2016 dan memiliki keunikan karena berkedalaman 1.700 meter dari permukaan Bumi.

Riza mengatakan peran masjid ini makin besar dalam bulan Ramadhan karena terdapat berbagai kegiatan yang dapat mendukung para karyawan untuk menjalankan ibadah puasa dengan lebih maksimal.

Karyawan PT Freeport Indonesia yang juga merupakan pengurus Masjid Baabul Munawwar Budi Sutrisna mengatakan kegiatan yang berada di masjid ini selama Ramadhan antara lain buka puasa bersama dan salat Tarawih.

Karyawan yang aktif mengikuti kegiatan di Masjid Baabul Munawwar kebanyakan berasal dari bagian operasional tambang bawah tanah seperti bagian mekanik, konstruksi, operator, elektrik, instrumen dan lainnya.

Dalam periode Ramadhan, para karyawan biasanya mengikuti ibadah di masjid yang memiliki makna “pintu tempat cahaya”, usai mengikuti pertemuan rutin mengenai keselamatan kerja pada sela-sela Maghrib dan Isya.

Salah satu hal unik lainnya mengenai masjid ini adalah letaknya yang bersebelahan dengan fasilitas ibadah bagi karyawan yang beragama Kristiani, yaitu Gereja Oikumene Soteria. Pada 2017 kedua fasilitas ibadah ini mendapatkan piagam rekor dari Museum Rekor Dunia-Indonesia (MURI) sebagai masjid dan gereja terdalam di Indonesia, bahkan di dunia.

Surau.co
Logo
Reset Password
Compare items
  • Total (0)
Compare
0
Shopping cart