Kisah Sahabat Utsman Melihat Dosa Orang Lain

Please log in or register to like posts.
Abdullah bin Salam - surau.co

Surau.co – Dosa adalah keniscayaan yang dimiliki oleh manusia, karena tak ada satu pun manusia yang luput dari dosa. Di antara dosa-dosa itu sebagian besar memang tidak terlihat karena Allah SWT telah menutupi dosa-dosa itu. Meski demikian, ada orang saleh yang bisa mengetahui bekas dosa orang lain.

Diriwayatkan oleh Taj al-Subki dalam kitab Al-Thabaqat, ada laki-laki yang tengah bertamu pada Sayyidina Utsman. Sebelum bertemu Utsman, laki-laki tersebut bertemu dengan perempuan di tengah jalan lalu mengkhayalkannya. Kemudian Sayyidina Utsman mengatakan:

“Aku melihat bekas zina di matamu.”

“Setelah Nabi Muhammad SAW wafat, apakah wahyu masih diturunkan?” si laki-laki bertanya penasaran dosanya diketahui.

“Tidak, ini merupakan firasat seorang Mukmin,” jawab Utsman dengan maksud menegur dan mendidik laki-laki tersebut supaya tak mengulang dosa yang ia lakukan.

Dalam kisah ini, Taj al-Subki memberi penjelasan ketika seorang Mukmin memiliki hati jernih, ia akan mampu melihat dengan nur Allah. Dengan nur itu, Mukmin yang berhati jernih akan tahu terkait apa yang dilihatnya sebagai sesuatu yang bersih, atau sebaliknya sesuatu yang kotor. Tingkat (maqam) Mukmin yang seperti ini berbeda-beda. Semisal dia tahu bahwa apa yang dilihat kotor namun tak tahu apa yang menjadikannya kotor.

Ada pula yang memiliki tingkat di atasnya, dia tahu itu kotor dan dia tahu penyebab yang menyebabkan itu kotor sebagaimana yang ada pada Sayyidina Utsman. Orang yang mempunyai iman kuat terhadap Allah memiliki anugrah salah satunya firasat yang jernih. Firasat jernih bisa dilatih dengan amal perbuatan, salah satunya rutin membaca Al-Quran.

Sayyidina Utsman dikenal sebagai sosok yang sangat dekat dengan Al Quran, bahkan hingga akhir hayat. Beliau pernah berkata:  “Andai hati kalian bersih, maka kalian tidak akan pernah merasa kenyang (bosan) dari membaca Al-qur’an”.

“Tiga hal yang aku sukai di dunia ini, yaitu memberi makan kepada orang yang lapar, memberi pakaian kepada orang yang bertelanjang, dan membaca Al-qur’an”.

Baca juga: Utsman bin Affan, dari Saudagar Kaya Raya hingga menjadi Khalifah