Kisah Islamnya Abu Quhafah, Ayah Abu Bakar Ash-Shiddiq

  • Bagikan
Kisah Islamnya Ayah Abu Bakar Ash-Shiddiq - Surau.co
Ilustrasi: Pinterest

Surau.co – Siapa tak kenal Abu Bakar Ash-Shiddiq? Beliau adalah salah satu dari pemeluk Islam awal sekaligus khalifah pertama sepeninggal Nabi Muhammad SAW.  Tak terhitung jasa Abu Bakar dalam perjuangan Islam. Sosok yang bijak dan taat ini adalah salah satu teladan muslimin setelah wafatnya Rasulullah.

Namun, siapa yang mengenal Abu Quhafah? Namanya tak lebih masyhur dari putranya Abdullah bin Abu Quhafah atau lebih dikenal dengan nama Abu Bakar Ash Shiddiq. Abu Quhafah adalah ayah dari sang khalifah pertama. Meski putranya memeluk Islam di awal kemunculannya, Abu Quhafah baru mendapat hidayah jauh setelah itu.

Kisah islamnya Abu Quhafah dikisahkan oleh Ibnu Ishaq. Ibnu Ishaq bercerita, Yahya bin Abbad bin Abdullah bin Zubair meriwayatkan kepadaku dari ayahnya dari neneknya, Asma’ binti Abu Bakar, ia berkata, “Ketika Rasulullah berhenti di Dzu Thuwa, Abu Quhafah berkata kepada putri bungsunya: wahai anakku, bawalah aku naik ke Gunung Abu Qubis.”

Saat itu, Abu Quhafah matanya sudah tak bisa melihat. Putrinya pun membawanya naik ke Gunung Abu Qubis dan Abu Quhafah bertanya, “Wahai putriku, apa yang kau saksikan sekarang?”

“Aku menyaksikan kumpulan warna hitam,” jawab putrinya.

“Itu adalah kuda,” kata Abu Quhafah.

Putrinya yang bungsu itu berkata lagi, “Aku juga melihat orang-orang hilir-mudik berjalan di hadapannya.”

“Putriku, dialah sebagai pemimpinnya,” kata Abu Quhafah. “Ia sedang mengatur pasukan berkuda yang berada di depannya.”

Saat melihat warna hitam itu menyebar, putrinya pun berkata, “Demi Allah, warna hitam itu kini menyebar.”

Abu Quhafah kemudian berkata, “Demi Allah, pasukan itu telah berjalan. Bawalah aku kembali ke rumah sekarang juga.”

Lalu dengan segera si bungsu membawa sang ayah turun gunung. Sebelum mereka sampai rumah, mereka bertemu dengan pasukan berkuda. Kalung emas yang dikenakan putrinya ditarik oleh seorang dari pasukan berkuda itu.

Singkat kisah, ketika Rasulullah SAW telah masuk Mekkah di Masjidil Haram, sambil menuntun Abu Quhafah, Abu Bakar datang ke hadapan Nabi Muhammad. Seketika, Nabi pun bersabda pada Abu Bakar, “Wahai Abu Bakar, kenapa kau tak biarkan ayahmu berdiam diri di rumah saja dan aku yang akan datang menemuinya?”

Abu Bakar pun sontak menjawab, “Wahai Rasulullah, ayahku lebih pantas berjalan menemuimu daripada engkau datang menemuinya.”

Dalam kesempatan itu, Abu Bakar merasa Nabi Muhammad SAW sangat menghargai orang tuanya. Betapa mulia akhlak Rasulullah.

Setelah mempersilakan ayah dari Abu Bakar duduk, Rasul berkata, “Masuk Islamlah.” Dan dengan niat yang kuat, Abu Quhafah pun berbaiat di depan Nabi dan memutuskan untuk masuk Islam. Hidayah Allah telah sampai kepadanya. Rasulullah mengucapkan selamat kepada Abu Quhafah.

Tak lama kemudian, Rasulullah bersabada. “Ubahlah warna rambutnya dan jangan pergunakan warna hitam.” Kala itu, rambut Abu Quhafah telah putih penuh uban.

Sembari memegang tangan saudarinya, yang tadi kehilangan kalung, Abu Bakar bertanya, “Aku bersumpah kepada Allah dan Islam, siapa yang mengambil kalung saudariku?”

Tak ada yang menggubris. Tak ada yang menjawab pertanyaan Abu Bakar itu. Kemudian ia pun berkata, “Wahai saudara perempuanku, relakan kalungmu, demi Allah, kejujuran di manusia pada hari ini sangat sedikit.”

Baca juga: Zubair bin Awwam, Pembela Setia Rasulullah SAW

  • Bagikan