Hanzalah Berperang Dalam Keadaan Junub | Surau

Hanzalah Berperang Dalam Keadaan Junub

Surau.co – Seruan yang tiba-tiba, membuat Hanzalah tidak ingat mandi wajib. Lantas tidak mengakibatkan Hanzalah hilang semangat. Dengan keadaan junub (selesai berhubungan badan dengan sang istri) dia pun segera bergabung dengan pasukan Rasulullah SAW. Dalam perang yang lebih kita kenal dengan perang Uhud tersebut, Rasulullah SAW mengkomandokan untuk bertahan sebisa mungkin.

Menghalau segala serangan sembari mengarahkan panah-panah untuk menghujani pasukan Abu Sofyan. Pada serangan gelombang pertama, pasukan muslimin berhasil menggagalkan serangan musuh, namun sayangnya, para pasukan pemanah tidak menghiraukan amanah Rasulullah SAW untuk tetap berada di pos masing-masing.

Pasukan pemanah tersebut dengan sengaja turun dari perbukitan dan ikut mengumpulkan harta rampasan perang dari para pasukan kafir Abu Sofyan yang sudah mati. Hal ini mengakibatkan turunnya penjagaan dan berkurangnya pengawasan beberapa sektor. Hingga pada akhirnya, kaum muslimin tidak menyadari serangan lanjutan yang datang dari arah belakang.

Tidak butuh waktu lama hingga pada akhirnya pasukan muslimin terpojok. Serangan tak terduga itu tidak bisa diantisipasi dan mengakibatkan banyaknya korban yang berjatuhan di kubu kaum muslimin. Meskipun begitu, kaum muslimin yang tersisa bertahan sekuat tenaga. Mencoba sebisa mungkin melindungi Rasulullah SAW agar tidak terbunuh.

Bahkan dalam pertahanan tersebut, sosok wanita seperti Nuzaibah binti Ka’ab juga ikut ambil bagian dalam melindungi Rasulullah SAW. Di sisi lain, Hanzalah bin Amir mengamuk sejadi-jadinya, dia menebas dan menumpas banyak sekali kaum kafir Quraisy. Para sahabatnya yang gugur seakan memberi semangat untuknya agar bisa menghabisi Abu Sofyan dan pasukannya.

Berhadapan dengan Abu Sufyan

Di sela kecamuk medan peperangan itulah, pandangan mata Hanzalah bin Amir bertemu dengan mata Abu Sufyan. Tidak selang beberapa lama hingga pada akhirnya mereka terlibat pertarungan satu lawan satu. Abu Sofyan yang kala itu menunggangi kudanya sesegera mungkin maju menerjang, namun Hanzalah dengan lihai berlari dan menebas kaki kuda Abu Sofyan dengan pedangnya, membuat Abu Sofyan jatuh dan tersungkur ke tanah.

Di medan perang, Hanzalah terlihat gagah dan berani. Sewaktu melihat Abu Sufyan, ia terus menerkam pundaknya sehingga Abu Sufyan tersungkur ke bumi. Pada saat itu Abu Sufyan berteriak: “Wahai saudaraku-saudaraku kaum Quraisy, lihatlah aku ini Abu Sufyan bin Harb sedang dalam bahaya.”

Mendengar teriakan Abu Sufyan, maka kaum Quraisy segera menyerbu dan memukul Hanzalah secara bertubi-tubi. Tidak sempat membalas karena telah dikelilingi oleh kaum Quraisy yang memukulinya, lembing musuh telah menembus badannya yang mengantarkan dia ke akhir hayat. Ia meninggalkan sang istri yang baru sehari bergaul bersamanya.

Jenazahnya Dimandikan Malaikat

Hanzalah telah tiada, ia tidak lagi menjadi penghuni dunia yang fana. Mayatnya berupa tubuh kasah boleh berada dibumi dan buat sesuka hati musuhnya, dicencang atau tidak, sudah tidak masalah. Dirinya telah berada di taman-taman surga.

Beriringan dengan kejadian tersebut, Rasulullah SAW kemudian bersabda kepada para sahabat-sahabatnya, “Aku melihat malaikat sedang memandikan jasad Hanzalah bin Abu Amir antara langit dan bui dengan air kasturi dalam bejana perak”.

Mendengar sabda Rasulullah SAW tersebut, para sahabat segera bergegas menuju ke tempat mayat Hanzalah dan terlihat ada air menetes di kepala Hanzalah. Segera mereka melaporkan kepada Rasulullah SAW apa yang telah mereka saksikan.

Waktu itu, Rasulullah SAW mengirim utusan kepada istrinya untuk menanyakan sesuatu. Kemudian istrinya menceritakan kepada utusan tersebut bahwa Hanzalah ke medan perang dalam keadaan junub karena waktu itu terburu-buru dan tidak sempat mandi. Alangkah berbahagianya sahabat Rasulullah SAW sekaligus pahlawan Hanzalah, jasadnya telah dimandikan malaikat.

Surau
Logo
Reset Password
Compare items
  • Total (0)
Compare
0
Shopping cart