Duel Abu Dujanah dalam Perang Uhud

Surau.co – Berbagai kisah menarik tentang Perang Uhud banyak diketahui melalui sederet riwayat yang disampaikan. Salah satu yang cukup terkenal adalah kisah duel antara sahabat Rasulullah SAW, yaitu Abu Dujanah Simak bin Kharasha, dengan seorang pasukan kafir Quraisy yang memiliki tubuh sangat kekar dan kuat.

Beberapa saat setelah prajurit Muslim bersiaga pada posnya masing-masing untuk menghadapi pasukan kafir Quraisy pada perang Uhud, Rasulullah SAW tiba-tiba menghunuskan pedangnya dan menawarkan pada sahabat yang ingin menunaikan hak pedang itu dalam perang Uhud.

Rasulullah SAW dalam Perang Uhud pernah memegang pedang dan berkata, “Siapa yang mau memberikan haknya Allah dan Rasulullah di pedang ini?”

Para prajurit pun ramai-ramai merespons seruan Rasulullah SAW itu. Setiap mereka berharap bisa menggunakan pedang tersebut. Akan tetapi, rupanya Rasulullah SAWmengetahui seseorang yang lebih tepat untuk menyandang pedang itu.

Maka Hamzah berdiri dan berkata, “Saya ya Rasulullah.”

Namun Rasulullah tak memberikan pedang itu. Lalu Rasulullah kembali bertanya hal yang sama. Kali ini, Ali bin Abi Thalib berdiri dan hendak mengambil pedang tersebut. Lagi-lagi Rasulullah SAW menariknya dan tak memberikan kepada Ali.

Hingga pada pertanyaan yang ketiga, maka berdiri sahabat Rasulullah SAW, Miqdad yang disebut memiliki kekuatan 1.000 pasukan. Saat Miqdad berdiri, Rasulullah SAW juga tak menyerahkan pedang tersebut.

Pertanyaan yang sama pun dilontarkan hingga kali keempat. Ketika Rasulullah sedang melayangkan pedangnya ke arah pasukan Muslim, salah satu sahabat, yaituAbu Dujanah tiba-tiba maju dan bertanya kepada Rasulullah tentang hak pedang itu.

Abu Dujanah Simak bin Kharasha berdiri dan bertanya, “Ya Rasulullah, apa haknya Allah dan Rasulullah di pedang itu?”

Rasulullah pun menjawab pertanyaan Dujanah itu. Rasulullah SAW menjelaskan kepada Dujanah, bahwa ia dapat menunaikan hak pedang itu untuk digunakan menyerang musuh sampai pedang itu bengkok. Abu Dujanah pun menyanggupi untuk menggunakanpedang Rasulullah SAW itu di perang Uhud.

Maka Rasulullah berkata, “Engkau mengambilnya dan hantamkan dia ke musuhmu sampai pedang ini bengkok.”

Lalu Abu Dujanah Simak bin Kharasha berkata, “Baik Rasulullah, saya akan berikan haknya. Kasih saya pedangnya.”

Lalu Rasulullah menyerahkan pedang itu kepada Abu Dujanah karena Rasulullah sebelumnya memang menginginkan para sahabat bertanya terlebih dulu tentang apa hak pedang tersebut. Menurut Cendekiawan Muslim asal Turki Muhammad Fethullah Gulen dalam bukunya Cahaya Abadi Muhammad SAW, Kebanggaan Umat Manusia, sosok Abu Dujanah adalah seorang prajurit pemberani yang sangat tangguh di medan pertempuran.

Abu Dujanah memiliki sehelai ikat kepala berwarna merah yang selalu dikenakannya dalam pertempuran. Setelah Abu Dujanah menerima pedang dari tangan Rasulullah SAW, Abu Dujanah langsung mengeluarkan ikat kepalanya yang terkenal itu dan kemudian mengikatnya kuat-kuat di kepalanya. Ikat kepala berwarna merah dipakainya, yang artinya siap mati. Kemudian Abu Dujanah mengayunkan pedang itu di hadapan musuh dan orang Quraisy sebelum perang dimulai.

Lalu Rasulullah SAW berkata, “Sungguh perilaku Abu Dujanah dibenci Allah. Itu perilaku sombong. Kecuali di medan perang kalian boleh tunjukkan kemampuan kalian.”

Kemudian Abu Dujanah itu pun memegang pedang tersebut. Tak ada seorang pun bisa menghentikannya maju di medan pertempuran. Fethullah Gulen menjelaskan, dalam perang Uhud, Abu Dujanah bertempur dengan gagah berani.

Pada saat itu, Abu Dujanah yang membawa pedang Rasulullah berhasil merangsek maju ke jantung pertahanan musuh hingga akhirnya mencapai posisi Hindun, istri Abu Sofyan. Abu Dujanah melihat Hindun yang tengah memberi semangat kepada pasukan musyrik.

Namun, Abu Dujanah tak mau menggunakan pedang Rasulullah untuk membunuh Hindun. Alasannya karena Abu Dujanah menghormati pedang Rasulullah yang tak mungkin digunakan untuk menyerang seorang wanita.

Singkat cerita, seorang sahabat pun melihat setiap pergerakan Abu Dujanah. Sahabat tersebut juga bertemu dengan salah seorang musuh yang sangat kekar dan kuat. Sahabat itu lalu berdoa agar musuh dengan tubuh kuat dan kekar itu dipertemukan dengan Abu Dujanah. Doa sahabat itu dikabulkan. Abu Dujanah dipertemukan dengan pria kuat dari kalangan musuh tersebut.

Terjadilah duel di antara dua pria kuat tersebut. Duel keduanya begitu kuat, sampai membuat para pasukan berhenti bertarung dan menyaksikan duel antara kedua orang  kuat dari golongan muslim dan Quraisy itu. Sampai pada akhirnya, Abu Dujanah ditebas dengan pedang dan ditangkis dengan perisai yang dipegang Abu Dujanah. Perisai itu sampai terbelah dan pedang lawannya menempel pada perisai.

Tak lama, Abu Dujanah langsung menebaskan pedangnya hingga membuat tubuh musuhnya terbelah menjadi dua. Maka matilah orang kafir itu. Para sahabat yang menyaksikan pertarungan merekapun tersenyum melihat kekuatan Abu Dujanah.

Sederet pertempuran, diikuti Abu Dujanah bersama barisan kaum muslim. Tetapi pada perang Yamamah, yakni pertempuran pasukan muslim dibawah komando khalifah Abu Bakar melawan Musailamah Al Kazzab yang mengaku sebagai nabi, Abu Dujanah gugur sebagai syahid.

Baca juga: Kisah Keluarga Abu Dujanah Simak bin Kharasha yang Dibelikan Pohon Kurma oleh Rasulullah

Surau.co
Logo
Reset Password
Compare items
  • Total (0)
Compare
0
Shopping cart