Cerita Lucu Gus Dur dan Clinton

Cerita Lucu Gus Dur dan Clinton
Cerita Lucu Gus Dur dan Clinton

Surau.co – KH. Abdurrahman Wahid atau yang kerap disapa Gus Dur merupakan presiden ke-4 Republik Indonesia. Selain terkenal sebagai negarawan dan tokoh agama, beliau juga terkenal akan pemikirannya yang ‘out of the box’. Lelucon Gus Dur bukan hanya terkesan nyeleneh akantetapi juga mengandung esensi yang berbobot.

Sosok Gus Dur selain sebagai presiden juga pemuka agama. Beliau merupakan cucu dari KH. Hasyim Asyari, pendiri NU dan pondok pesantren Tebuireng. Meski beliau sendiri lahir dan besar di keluarga pesantren yang terkenal dengan pemikirannya yang tradisional. Namun berbeda dengan Gus Dur, beliau memiliki pemikiran modern namun tak lupa dengan nilai-nilai agama yang sudah ditanamkan oleh keluarganya sejak kecil.

Dalam kehidupan sehari-hari, sebagai tokoh yang dikenal publik beliau kerap berinteraksi dengan banyak orang. Baik itu dari lintas agama, suku bahkan negara. Pribadi Gus Dur yang mampu merangkul semua kalangan, jenaka tapi berbobot membuatnya mudah diterima. Hal itu membuat banyak cerita lucu gusdur menjadi menarik untuk dibaca.

“Dengan lelucon, kita bisa sejenak melupakan kesulitan hidup. Dengan humor, pikiran kita jadi sehat.”Quotes Gus Dur

Cerita Lucu Gus Dur dan Clinton
Cerita Lucu Gus Dur dan Clinton

Salah satu kisah lelucon Gus Dur yang juga direkam oleh media dunia adalah percakapannya dengan Bill Clinton. Pada suatu acara, Gus Dur berbincang dengan Jaya Suprana yang seorang budayawan. Dalam acara tersebut, beliau menceritakan momen bersama Bill Clinton, Presiden Amerika Serikat.

“Kita berbincang cukup lama, ya karena sama-sama Presiden”.  Ucap Gus Dur yang membuat Jaya Suprana sontak tertawa.

Belakangan kita tau kalau Bill Clinton kalah dalam hal perbendaharaan pengetahuan . “Masa presiden AS baca buku. Di Amerika Presiden baca buku artinya nganggur. Kalau di sini (Indonesia) presiden harus baca buku karena memang nganggur”, Kata Gus Dur yang langsung membuat Jaya Suprana tertawa.

Kemudian Jaya pun bertanya, perihal apa yang membuat Clinton terlihat tertawa lepas tatkala berbincang dengannya. Gus Dur menjelaskan bahwa beliau bercerita tentang pertemuan Winston Churchill dengan Clement Athle. 

[wpsm_ads2]

Pertemuan tersebut terjadi ketika Churchill tak lagi menjabat sebagai Perdana Menteri Inggris dan Athlee menjabat sebagai perdana Menteri Inggris. Gus dur bercerita bahwa Athlee ini Sukanya menasionalisasi perusahaan besar-besar.

Baca Juga: Cerita Gus Dur dan Rumah Sewaan di Australia

Suatu ketika Athlee buang air kecil di toilet yang sejurus kemudian diikuti Churchill. Saat keduanya bertemu dan ternyata berada di bilik yang bersebelahan, Athlee melihat ‘barang’ milik Churchill. Karena ‘barang’ milik Chruchill diliat oleh Athlee, kemudian ia berujar “Kamu jangan liat ‘barangku’, kamu kan sukanya menasionalisasi yang besar-besar”. Ucap Gus Dur yang membuat orang tertawa.

Gus Dur memang sosok presiden yang memiliki pengetahuan luas. Gus Dur ibarat koin yang memiliki dua mata keping wajah yang berbeda. Di satu sisi beliau bisa menjadi sesosok ulama yang kharismatik, satu sisi beliau bisa menjadi manusia yang memiliki intelektual tinggi.

Pribadi Gus Dur yang jenaka sering kali menyuguhkan cerita-cerita dengan bumbu-bumbu komedi. Hal itu tentu saja membuatnya bisa tertawa lepas tanpa adanya beban. Menikmati kehidupan yang Tuhan berikan.