As’ad bin Zurarah, Sahabat Pencetus Sholat Jumat | Surau

As’ad bin Zurarah, Sahabat Pencetus Sholat Jumat

Surau.co – Suatu ketika Rasulullah SAW memutuskan untuk hijrah ke Yatsrib dan menjadikan kota ini sebagai rumahnya sendiri agar Islam semakin berkembang pesat. Dari sanalah awal mula Islam semakin maju. Tidak lain tidak bukan semua ini adalah karena kesetiaan, ketaatan dan perjuangan para sahabat Rasulullah SAW, termasuk As’ad bin Zurarah yang memiliki peran penting dalam perkembangan Islam di Yatsrib.

Bangsa Arab di Hijaz (Makkah, Thaif, dan Yatsrib atau Madinah) memiliki tradisi berkumpul pada hari Arubah. Sebagaimana disebutkan Imam al-Qurthubi di dalam Tafsir al-Jami li al-Ahkam Alquran bahwa masyarakat Yatsrib berkumpul-kumpul sebagai sarana sosial pada hari Arubah. (Yatsrib diubah menjadi Madinah setelah hijrah Nabi Muhammad SAW). Sementara itu, kaum Yahudi dan Nasrani juga memiliki hari saat mereka berkumpul, berdoa, dan beribadah di dalamnya. Kaum Yahudi beribadah pada hari ketujuh, yakni Sabat (Sabtu), sedangkan kaum Nasrani beribadah pada Ahad (Minggu).

Sahabat As’ad bin Zurarah Abu Umamah yang memulai dan menjadikan hari Arubah sebagai hari saat umat Islam tidak sekadar berkumpul tetapi juga sholat dan berdzikir. Sejak saat itu, nama hari Arubah diganti menjadi Jumat (Jumuat/ Jumat/Jumaat). Di dalam riwayat lain disebutkan, yang memprakarsai sholat Jumat adalah Mush’ab bin Umair. Sebab, apa yang dilakukan oleh As’ad bin Zurarah Abu Umamah tiada lain atas bantuan Mush’ab bin Umair.

Diceritakan bahwa ketika Rasulullah Muhammad SAW berhijrah dari Makkah pada Jumat, beliau melewati perkampungan bani Salim bin Auf yang terletak di tengah-tengah oase (wadi/lembah). Di perkampungan tersebut kemudian dibangun masjid tempat Rasulullah SAW mempraktikkan ajaran Islam di waktu Jumat, yaitu dengan menunaikan sholat Jumat dan berkhutbah untuk pertama kali.

Kemudian, turun wahyu surat al-Jumuah ayat 9. Artinya, “Wahai orang-orang yang beriman. Apabila telah diseru untuk melaksanakan sholat pada hari Jumat maka segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”

Sejak saat itulah hari Jumat menjadi hari yang istimewa bagi umat Islam. Namun, perjuangan As’ad bin Zurarah tidaklah lama. Dalam kitab al-Thabaqat al-Kubra diceritakan bahwa As’ad bin Zurarah wafat sekitar sembilan bulan pasca Rasulullah Saw hijrah ke Madinah. As’ad menjadi orang Anshar pertama yang dishalatkan Rasulullah Saw di Masjid Nabawi dan dimakaman di Baqi’.

Baca juga: As’ad bin Zurarah, Penduduk Yatsrib Pertama yang Masuk Islam

Surau
Logo
Reset Password
Compare items
  • Total (0)
Compare
0
Shopping cart