Aqiqah, Cara dan Anjuran yang disyari'atkan | Surau.co

Aqiqah, Cara dan Anjuran yang disyari’atkan

Aqiqah, cara dan ketentuan yang disyariatkan
Aqiqah, cara dan ketentuan yang disyariatkan

Surau.co – Aqiqah secara bahasa, didefinisikan sebagai “memotong” (bahasa arab: al qat’u) karena dalam proses akikah anak ini adalah memotong/menyembelih hewan. Kelahiran Bayi tentunya menjadi sebuah anugerah dan kebahagian bagi orang tua. Rasa syukurpun tak lupa dipanjatkan kepada Allah atas hadirnya sang buah hati dengan keadaan sehat.

Sedangkan Aqiqah menurut istilah, merupakan proses pemotongan hewan sembelihan pada hari ke 7 setelah bayi dilahirkan sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT. Hewan yang digunakan untuk aqiqah biasanya hewan ternak seperti kambing.

Aqiqah dapat dilakukan di hari ke-7, ke-14, atau ke-21 setelah kelahiran si bayi. Untuk anak laki-laki diharuskan memotong 2 ekor kambing, sedangkan anak perempuan 1 ekor kambing.

Dalil tentang anjuran melaksanakan aqiqah sebagaimaan disabdakan Rasulullah SAW

Dari Samurah bin Jundab berkata, Rasulullah bersabda bahwa:

كُلُّ غُلاَمٍ مُرْتَهَنٌ بِعَقِيقَتِهِ تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ السَّابِعِ وَيُحْلَقُ رَأْسُهُ وَيُسَمَّى

 “Setiap anak tergadaikan dengan aqiqahnya. Disembelih pada hari ketujuh, dicukur gundul rambutnya, dan diberi nama.” (HR. Ahmad 20722, at-Turmudzi 1605, dan dinilai shahih oleh al-Albani).

Menurut sabda tersebut maka para ulama telah sepakat bahwa waktu aqiqah yang paling utama adalah hari ke-7 dari awal kelahirannya. Bahkan jika berhalangan anda tetap dapat melaksanakannya hingga hari ke-14 atau ke-21.

Dari Aisyah berkata, Rasulullah bersabda “Bayi laki-laki diaqiqahi dengan 2 kambing yang sama dan bayi perempuan 1 kambing.” [HR Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah].

أن النبي صلى الله عليه وسلم عق عن نفسه بعد ما بعث نبياً

Bahwa Nabi shallallahua’alahi wa sallam meng-akikahi diri beliau sendiri, setelah beliau diutus menjadi Nabi. (Dinilai shahih oleh Syaikh Albani, dalam Silsilah As-Shahihah).

Inilah pendapat yang kami nilai kuat diantara persilangan pendapat ulama yang ada dalam masalah ini. Riwayat di atas, juga menunjukkan bolehnya seorang mengakikahi dirinya sendiri, apabila orangtuanya belum mengakikahi dirinya ketika kecil atau karena orangtuanya tidak mampu menunaikan akikah untuknya.

Imam Nawawi rahimahullah juga menjelaskan,

فلو ذبحها بعد السابع أو قبله وبعد الولادة أجزأه وإن ذبحها قبل الولادة لم تجزه بلا خلاف, بل تكون شاة لحم

 

Seandanya kambing akikah disembelih sebelum atau setelah hari ketujuh, maka hukumnya sah. Adapun bila disembelih sebelum kelahiran, para ulama sepakat akikah tidak sah. Status kambing yang disembelih adalah sembelihan biasa (tidak teranggap sebagai akikah). (Al-Majmu’ 8/411).

Syaikh Abdulaziz bin Baz rahimahullah menjelaskan,

ووقتها يوم السابع، هذا هو الأفضل اليوم السابع، وإن ذبحت بعد ذلك فلا حرج، ولو بعد سنة أو سنتين، وإذا لم يعق عنه أبوه وأحب أن يعق عن نفسه فهذا حسن فمشروع في حق الأب لكن لو عق عن نفسه أو عقت عن أمه أو أخوه فلا بأس

 

Waktu pelaksanaan akikah adalah hari 7 kelahiran. Inilah waktu yang paling utama, yaitu hari 7. tetapi jika kambing akikah disembelih setelah hari ketujuh, tidak mengapa. Bahkan sampai satu atau dua tahun setelahnyapun tidak mengapa. Jika ayahnya belum menunaikan akikah anaknya, sementara anak tersebut ingin mengakikahi dirinya, inipun baik (sah). Meski sebenarnya akikah adalah tanggungan ayah, namun jika seorang ingin mengakikahi dirinya, atau mengakikahi ibu atau saudaranya, maka tidak mengapa.

Syarat Yang Harus Dipenuhi Dalam Memilih Hewan

​Dalam tata cara aqiqah menurut islam, hewan yang menjadi syarat untuk sembelih aqiqah adalah hewan yang memiliki kriteria sama dengan hewan qurban. Sangat dianjurkan untuk memilih hewan kurban berjenis domba putih dan sehat. Umur dari hewan ini minimal ½ tahun.

​Pembagian Daging

Dalam tata cara aqiqah menurut islam, membagikan daging aqiqah berbeda halnya dengan qurban. Dalam aqiqah, kamu harus membagikan daging yang sudah disembelih tadi dalam kondisi sudah masak.

Hadits Aisyah r.a:

“Sunnahnya dua ekor kambing untuk anak laki-laki dan satu ekor kambing untuk anak perempuan. Ia dimasak tanpa mematahkan tulangnya. Lalu dimakan (oleh keluarganya), dan disedekahkan pada hari ketujuh”. (HR al-Bayhaqi)

Dalam kondisi seperti ini, kamu dan keluarga disunnahkan pula untuk mengkonsumsi daging aqiqah. Sedangkan daging 1/3 nya, dihadiahkan kepada tetangga dan fakir miskin.

Seperti firman Allah SWT, dalam Q.S. Al-Insan (8):

“Mereka memberi makan orang miskin, anak yatim, dan tawanan, dengan perasaan senang”. (Q.S. Al-Insan: 8)

​Pemberian Nama Anak

Dalam tata cara aqiqah menurut islam saat menyelenggarakan aqiqah, kamu disunnahkan pula untuk melakukan cukur rambut dan memberikan nama baik kepada anak yang baru lahir. Memberikan nama baik kepada anak akan mencerminkan bagaimana akhlak dan imannya nanti kepada Allah SWT.​

​Mencukur Rambut Saat Aqiqah

Rasulullah juga sangat menganjurkan agar melakukan cukur rambut anak yang baru lahir pada hari ke-7 nya. Dalam tata cara aqiqah menurut islam tidak ada hadits yang menjelaskan bahwa harus mencukur rambut anak atau tidak, yang jelas pencukuran ini harus dilakukan secara merata.

Doa Saat Menyembelih Hewan Aqiqah

Bismillah, Allahumma taqobbal min muhammadin, wa aali muhammadin, wa min ummati muhammadin.

Artinya : “Dengan nama Allah, ya Allah terimalah (kurban) dari Muhammad dan keluarga Muhammad serta dari ummat Muhammad.” (HR Ahmad, Muslim, Abu Dawud)

Hikmah & Manfaat Melaksanakan Aqiqah

Terdapat beberapa hikmah atau keutamaan dari proses pelaksanaan aqiqah, diantaranya yaitu:

  • Mewujudkan rasa syukur kepada Allah SWT atas karunia lahirnya seorang anak sebagai penerus dalam keluarganya Meneladani dan mengikuti sunnah Rasulullah SAW
  • Sebagai momen untuk berbagi kepada sesama dan mempererat tali persaudaraan
  • Sebagai bentuk rasa gembira dan membagikan kebahagiaan tersebut kepada orang lain

Apa sebenarnya makna dan hikmah aqiqah bagi seluruh umat Islam? Makna yang akan diambil adalah menjaga anak kita dari segala gangguan setan. Hal inipun sudah dituliskan pada Hadits: “Setiap anak itu tergadai dengan aqiqah-Nya”, dengan melaksanakan aqiqah berarti kamu melepas segala gangguan setan yang terus mengikutinya sedari lahir “Bahwa lepasnya dia dari setan tergadai oleh aqiqahnya”

مع الغلام عقيقه فأهريقوا عنه دما وأميطوا عنه الأذى

Dari Salman bin ‘Amir Ad-Dhabiy berkata, Rasulullah bersabda “Aqiqah dilaksanakan karena kelahiran bayi, maka sembelihlah hewan dan hilangkanlah semua gangguan darinya” [Riwayat Bukhari].

(Berbagai Sumber)

Nurul Hidayat

Nurul Hidayat

Ketua Persatuan Pemuda Muslim Progresif Magelang, Pegiat kajian islam Nusantara

View all posts