Abdullah ibn Ubay: Sahabat yang Tetap Berbakti Pada Ayah, Meski Ayah Munafik

Please log in or register to like posts.
Abdullah ibn Ubay, Sahabat yang Tetap Berbakti Pada Ayah, Meski Ayah Munafik - Surau.co

Surau.co – Abdullah bin Abdullah bin Ubay bin Salul merupakan sahabat Nabi yang setia dan penting dalam perkembangan kota Madinah saat itu. Abdullah bin Abdullah bin Ubay bin Salul juga terkenal akan keimanannya, ini berkebalikan dengan sang ayah Abdullah bin Ubay bin Salul yang terkenal sebagai orang munafik di Madinah.

Abdullah bin Ubay bin Salul menjadi dedengkot dan provokator utama yang menyebar fitnah terjadap umat uslim di Madinah. Saking geram manusia ini, bahkan Umar bin Khatab pernah meminta izin Rasulullah untuk membunuh Abdullah bin Ubay bin Salul. Anaknya pun mengambil sikap, Abdullah bin Abdullah bin Ubay kemudian segera datang di hadapan Rasulullah Muhammad SAW. Sang anak yang taat tersebut meminta pada Rasul agar dirinya sendiri yang memberi pelajaran pada ayahnya.

“Ya Rasulullah, aku mendengar perintah pembunuhan pada ayahku. Perintahkan aku saja yang melakukannya dan aku kana membawa kepala ayah di hadapanmu. Demi Allah, kaum Khazrah mengetahui jika mereka tak mempunyai orang yang lebih berbakti terhadap orangtua selain daripada diriku. Aku takut jika ada orang lain yang membunuh ayah dan membiarkan pembunuh itu berkeliaran lalu aku membunuhya. Aku takut membunuh orang yang beriman…” kata Abdullah bin Abdullah sebagai tanda baktinya. Rasulullah pun bersabda dengan perkataan dan jawaban yang menyejukkan.

“Bahkan kami akan bersikap lembut pada ayahmu dan berlaku baik terhadapnya dalam bergaul, selama dia masih hidup berdampingan dengan kita.”

Kebencian Abdullah bin Ubay bin Salul puncaknya terjadi karena dia menganggap Rasulullah Muhammad SAW menjadi penghalang baginya menjadi penguasa Madinah. Padahal sebelumnya Abdullah bin Ubay direncanakan bakal dilantik sebagai tokoh yang sukses meredam ketegangan antara kabilah Khazraj dan Aus. Saat Rasulullah SAW beserta umat Muslim datang ke Madinah, mimpi menjadi tokoh itupun pudar. Justru Rasulullah Muhammad SAW sendiri yang menjadi pemimpin Kota Madinah.

Penaklukan Kota Madinah pun mendesak Abdullah bin Ubay untuk masuk Islam karena jika masuk Islam posisinya lebih menguntungkan. Meskipun dalam hati dia masih menyimpan iri, dengki, dan sakit hati pada Rasulullah Muhammad SAW. Abdullah bin Ubay berpura-pura mengikuti nabi Muhammad, tapi di sisi lain dia melakukan hasut, fitnah, dan adu domba antar sahabat; juga sahabat dengan Rasulullah sendiri. Permusuhan yang dijalankan Abdullah bin Ubay bersifat konspiratif dan halus.

Bukti sikap munafik tersebut ditunjukkan dengan menyebar propaganda agar 300 pasukan Muslimin mundur saat terjadi Perang Uhud. Selain itu dia meminta budak untuk melacurkan diri hingga sempat berkonspirasi membunuh Rasulullah Muhammad SAW saat Perang Dzatu Riqa terjadi.

Baca juga: Perburuan Ilmu Ibnu Abbas