Utsman bin Affan, Pembebas Sumur Milik Yahudi untuk Kehidupan Umat Muslim di Madinah

  • Bagikan
Utsman bin Affan, Pembebas Sumur Milik Yahudi untuk Kehidupan Umat Muslim di Madinah - Surau.co
Ilustrasi: Twitter

Surau.co – Kisah dakwah Rasulullah SAW tidak pernah lepas dari para sahabat-sahabatnya, seperti Abu Bakar ash-Shiddiq, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib dan beberapa kerabat dekat lainnya. Mereka bersama melakukan syiar akan agama Islam ke seluruh tanah Arab.

Masing-masing sahabat juga memiliki peran terpisah dari Rasulullah SAW, meski mereka berdakwah bersama. Utsman bin Affan misalnya, ia kerap membagikan harta kekayaan yang dimilikinya untuk membantu umat Islam.

Utsman memang terlahir dari keluarga saudagar yang sejahtera dan dikenal sebagai pribadi lembut serta murah hati. Pria yang berasal dari Bani Umayyah itu merupakan salah satu sosok pertama yang memeluk Islam bersamaan dengan Ali bin Abi Thalib dan Abu Bakar Ash-Shiddiq.

Utsman dipertemukan dengan Rasulullah SAW melalui Abu Bakar. Saat itu salah satu sahabat Abu Bakar ini ingin menyatakan keimanannya di hadapan Rasulullah SAW secara langsung. Langkah itu tak pelak membuat sukunya, Bani Ummayyah berang mengingat rumpun keluarga itulah yang sangat menentang ajaran Islam.

Utsman merupakan sahabat Rasulullah SAW yang diberi julukan Dzun Nurrain yang berarti pemilik dua cahaya. Julukan tersebut diberikan karena Utsman telah menikahi dua orang putri Rasulullah SAW, yakni Ruqayyah dan Ummu Kultsum.

Utsman merupakan pengusaha yang mewarisi dan mengelola beragam bisnis dan merupakan salah satu orang terkaya di Makkah. Tingkat keimanan Utsman kepada Rasulullah SAW pun tidak perlu diragukan. Ia bahkan tak ragu mengikuti seruan Rasulullah SAW untuk dua kali hijrah ke Habbasyah dan Madinah. Kepindahan itu terpaksa dilakukan menyusul semakin besarnya tekanan dari suku Quraisy di Makkah.

Meski ikut hijrah bersama Rasulullah SAW di Habbasyah, Utsman tetap melanjutkan profesinya sebagai pedagang. Utsman lantas tak ragu mengikuti seruan Rasulullah SAW untuk meninggalkan Makkah dan bermigrasi menuju Madinah.

Salah satu kisah menonjol yang dilakukan Utsman adalah saat dia membeli sumur dari seorang Yahudi selama hidup di Madinah. Hal itu dilakukan lantaran umat Rasulullah SAW sangat membutuhkan sumber air minum. Mereka pun mengadu kepada Rasulullah SAW akan rasa haus dan lapar yang mereka rasakan.

Awalnya, Yahudi kikir itu sebelumnya menjual air kepada umat muslim dengan harga yang tinggi. Kemudian Utsman bin Affan dengan mantap membeli sumur milik Yahudi tersebut lantas memberikan air tersebut secara cuma-cuma kepada seluruh masyarakat yang berada di sekitar sumur tersebut.

[wpsm_ads2]

Semasa hidup di Madinah, Utsman beberapa kali mengikuti Rasulullah SAW di medan perang sebelum akhirnya dapat kembali menginjakkan kaki ke Makkah. Saat itu, Utsman sempat ditugasi Rasulullah SAW melakukan negosiasi kepada salah seorang pemimpin utama Quraisy, Abu Sufyan bin Harb di Makkah.

Abu Sufyan sangat menentang Rasulullah SAW meskipun pada akhirnya ia berpindah keyakinan. Negosiasi tersebut berjalan lancar. Perjanjian damai itu membuka pelung bagi umat muslim untuk melakukan ziarah ke Ka’bah.

Buku Lisan Al-Mizan: Uthman bin al-Affan mengisahkan bahwa Utsman menggantikan Umar bin Khattab sebagai khalifah atau pemimpin umat sepeninggal Rasulullah SAW.

Utsman merupakan khalifah ketiga yang berkuasa pada tahun 644 sampai 656 masehi. Semasa kepemimpinanya, kaum muslimin berada pada awal zaman perubahan menyusul perputaran dan percepatan pertumbuhan ekonomi.

Salah satu hal terpenting yang dilakukan Utsman saat itu adalah penyusunan al Quran. Dalam buku Kepemimpinan dan Keteladanan Utsman bin Affan yang ditulis oleh Fariq Gasim Anuz, menantu Rasulullah SAW itu pun membentuk tim ahli untuk menyusun penulisan kitab suci tersebut.

Utsman kemudian mengutus seseorang kepada Ummul Mukminin, Hafshah binti Umar bin Khathab. Ia meminta sebuah mushaf al Quran yang dibukukan di zaman Khalifah Abu Bakar.

Tim penulis pun menjadikan mushaf tersebut sebagai acuan dalam menjalankan tugas mereka. Kemudian mereka menulis ulang berdasarkan perintah Utsman atau yang dikenal dengan sebutan Mushaf Utsmani.

Baca juga: Utbah bin Ghazwan, Sahabat yang Membuka Kota Basrah

  • Bagikan