Umar Yamaoka, Waliyullah dari Tanah Samurai, Awal Mula Islam di Jepang | Surau

Umar Yamaoka, Waliyullah dari Tanah Samurai, Awal Mula Islam di Jepang

Surau.co – Al Hajj Umar Yamaoka (1879-1959), merupakan seorang muslim dari Jepang sekaligus penyebar agama Islam pertama kali di Jepang. Yamaoka menjadi bukti betapa setiap tempat, bahkan tempat yang tampak mustahil sekalipun seperti negara Jepang, Allah titipkan kekasihnya untuk mensyiarkan agama Islam.

Yamaoka juga menjadi bukti “Lakal Hamdu Mil us Samawaati Wamil ul Ardhi…” segala puji bagi Allah memenuhi langit dan bumi, benar-benar terjadi. Entah dimanapun tempatnya, selalu ada hati yang bertasbih dan mengingat nama-Nya.

Masuknya agama Islam di Jepang, dilakukan secara tidak langsung oleh para pedagang dari sejumlah negeri Islam. Umat Islam yang merantau ke negeri samurai, memiliki andil dalam Persebaran Islam di Jepang. Meski begitu, sedikit sekali catatan terkait persebaran Islam di sana. Namun ada cerita menarik tekait hal tersebut, yakni cerita Umar Yamaoka.

Omer Yamaoka masuk Islam pertama kali ketika ia berada di Bombay, India. Di Bombay, Yamaoka berjumpa dengan ulama kelahiran Rusia. Ulama tersebut juga pernah tinggal di Jepang. Ia bernama Abdul Rashid Ibrahim.

Setelah memeluk agama Islam, Yamaoka mengubah nama menjadi Umar Kotaro Yamaoka. Umar Yamaoka tercatat menunaikan ibadah haji pada tahun 1909 Masehi.

Haji Omar Yamaoka juga merupakan Orang Islam Jepang pertama yang menunaikan ibadah haji ke tanah Makkah.

Sebagaimana orang muslim yang haus akan ilmu agama, Umar Yamaoka juga memanfaatkan keberadaanya di tanah Arab untuk sembari mendalami Ilmu Agama.

Sekembalinya Yamaoka usai menunaikan Ibadah Haji, Al-Hajj Umar Yamaoka kembali ke Jepang dan mulai berbagi pengalamannya dengan masyarakat Jepang. Beliau memperkenalkan Islam pada masyarakat Jepang. Berbagai cara Ia lakukan termasuk melalui ajakan maupun penulisan buku.

Dalam catatan sejarah, Islam Pertama kali masuk ke negara Jepang pada awal 1877 Masehi. Pendapat lain mengatakan juga beberapa tahun pasca Kekhalifahan Utsmaniyah yang mengirim kapal angkatan laut ke Jepang pada tahun 1890 Masehi.

Sosok Omar Yamaoka menjadi duta besar Islam di Jepang kala itu. Sebab, Yamaoka aktif berdakwah menyebarkan ajaran Islam. Dalam konteks tertentu, beliau adalah Waliyullah. Beliau banyak menulis buku yang mengajak masyarakat Jepang untuk memeluk Islam.

Salah satu murid Yamaoka yang cukup mentereng ialah Al Hajj Ryoichi Mita (1892-1976). Ia merupakan seorang samurai sekaligus penerjemah Al Qur’an pertama di Jepang. Sebelum mantap memeluk Islam, Ryoichi Mita istifadhah bertabaruk pada Al Hajj Umar Yamaoka terlebih dahulu guna mempelajari Islam.

Surau
Logo
Reset Password
Compare items
  • Total (0)
Compare
0
Shopping cart