Tamim bin Aus, Penerang Masjid Nabawi di Masa Rasulullah SAW | Surau

Tamim bin Aus, Penerang Masjid Nabawi di Masa Rasulullah SAW

Surau.co – Rasulullah SAW membangun Masjid Nabawi pada tahun 622 Masehi. Bersama para sahabat, Rasulullah SAW turun langsung dalam pembangunan Masjid Nabawi. Masjid Nabawi dibangun dengan sederhana dari batang dan pelepah daun kurma. Selain membangun Masjid Nabawi, Rasulullah SAW juga meminta para sahabat untuk membangun Suffah atau ruangan sebagai rumah sementara para sahabat yang tidak memiliki tempat tinggal di Madinah. Selain itu dibangun pula bilik-bilik kamar yang digunakan untuk tempat tinggal Rasulullah SAW dan istrinya.

Pada masa awal setelah pembangunan Masjid Nabawi, Rasulullah SAW dan para sahabat harus membakar jerami tiap kali akan melaksanakan salat Isya’. Hal ini dikarenakan belum ada penerangan di sana. Namun setelah kedatangan sahabat Tamim bin Aus dari Syria, ia berinisiatif untuk membuatkan pelita dari minyak zaitun seperti yang dibawanya dari Syria. Dia merentangkan tali dari satu tiang ke tiang yang lainnya untuk menggantung pelita-pelita minyak tersebut di sana.

Rasulullah SAW terkejut melihat pelita-pelita itu ketika masuk ke dalam masjid. Rasulullah SAW pun bertanya kepada para sahabat yang hadir di masjid, “Siapakah yang yang membuat dan menggantung pelita-pelita ini?” Serentak para sahabat menjawab, “Tamim bin Aus.”

“Kau telah menyinari Islam. Mudah-mudahan Allah menyinarimu di dunia dan akhirat.”ucap Rasulullah SAW kepada Tamim bin Aus

Riwayat lain menyebut, Tamim bin Aus menjawab, “Budakku lah yang memberikan penerangan pada Masjib Nabawi.” Maka Rasulullah SAW bertanya nama budak tersebut. Rasulullah SAW kemudian mengubah nama budak Tamim bin Aus dari Fath menjadi Siraj (pelita).

Tamim bin Aus juga yang mengusulkan dibuatkannya mimbar masjid. Latar belakangnya adalah karena ketika para jamaah semakin banyak, para kaum muslimin yang berada di shaf belakang tidak dapat melihat Rasulullah SAW. Riwayat lain menyebutkan bahwa Tamim bin Aus meminta dibuatkan mimbar masjid setelah melihat Rasulullah SAW bersandar pada pangkal pohon kurma saat khutbah Jumat.

Nama lengkapnya adalah Tamim bin Aus bin Kharijah bin Sud bin Jadzimah bin Dari’ bin bin  Adi bin al Dar bin Hani’ bin Habib bin Numarah. Ia merupakan pendeta Kristen yang banyak membaca kitab-kitab Yahudi dan Injil sebelum masuk Islam. Tamim bin Aus masuk Islam setelah terjadi perang Tabuk pada tahun 9 H.

Baca juga: As’ad bin Zurarah, Sahabat Pencetus Sholat Jumat

Surau
Logo
Reset Password
Shopping cart