Syuraih bin Hani, Tabiin yang Sering Mendengar Hadits dari Aisyah R.A

Surau.co – Nama lengkapnya adalah Syuraih bin Hani’ bin Yazid bin Nahik, Al Haritsiy Al Mudzhajiy. Syuraih bin Hani biasa dipanggil dengan sebutan Abu al Miqdam. Abu al Miqdam tinggal di Kufah dan wafat pada 78 Hijriyah. Abu al Miqdam termasuk golongan tabi’in kalangan tua dan masih bertemu Aisyah r.a, istri Rasulullah SAW semasa hidupnya.

Syuraih salah seorang sahabat yang sering berinteraksi dengan istri Rasulullah SAW, yakni Aisyah terkait beberapa hadits yang membuatnya penasaran. Salah satunya adalah hadits tentang bersiwak.

Di antara keutamaan sunnah bersiwak adalah menjadikan mulut menjadi wangi. Bahkan Rasulullah SAW menjelaskan orang yang bersiwak akan mendapatkan ridha Allah SWT.

…السِّوَاكُ مَطْهَرَةٌ لِلْفَمِ مَرْضَاةٌ لِلرَّبِّ

“…Bersiwak itu membuat wangi mulut, dan diridhai Allah,” (HR. Nasa’i/Lihat di kitab Sunan Nasai pada hadits nomor 4).

Karena banyaknya keutamaan bersiwak, Rasulullah SAW pun menganjurkan para sahabat dan umatnya untuk bersiwak. Bahkan saking pentingnya bersiwak sampai dalam redaksi hadits lainnya, Rasulullah SAW mengatakan “Seandainya aku tidak khawatir memberatkan umatku, aku pasti memerintahkan mereka untuk bersiwak setiap kali sholat,”.

Bersiwak bahkan termasuk sebuah amalan yang disunnahan, yakni bersiwak ketika masuk rumah. Sebagaimana dalam suatu waktu, sahabat Syuraih bin Hani bin Yazid bin Nahik atau sering dipanggil Abu Al Miqdam pernah bertanya kepada istri Rasulullah SAW, Aisyah binti Abu Bakar Ash Shiddiq

Syuraihah menanyakan tentang amalan apa yang dilakukan pertama kali oleh Rasulullah SAW ketika masuk ke dalam rumah. Aisyah pun menjawab pertanyaan Syuraihah itu, bahwa yang pertama kali dilakukan oleh Rasulullah SAW ketika masuk rumah adalah bersiwak. Keterangan ini dapat ditemukan dalam Sunan Nasai nomor hadits 8. Berikut redaksi lengkap haditsnya.

أَخْبَرَنَا عَلِيُّ بْنُ خَشْرَمٍ قَالَ حَدَّثَنَا عِيسَى وَهُوَ ابْنُ يُونُسَ عَنْ مِسْعَرٍ عَنْ الْمِقْدَامِ وَهُوَ ابْنُ شُرَيْحٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَ قُلْتُ لِعَائِشَةَ بِأَيِّ شَيْءٍ كَانَ يَبْدَأُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ بَيْتَهُ قَالَتْ بِالسِّوَاكِ

“Telah mengabarkan kepada kami Ali bin Khasram dia berkata: telah menceritakan kepada kami Isa yaitu Ibnu Yunus dari Mis’ar dari Miqdam yaitu Ibnu Syuraih dari Ayahnya dia berkata: “Aku bertanya kepada Aisyah ‘Apa yang pertama kali Rasulullah  kerjakan ketika masuk ke dalam rumahnya? Aisyah berkata: “Bersiwak.”

Sebuah hadits lainnya yang membuat Syuraihah bertanya-tanya karena ingin mengetahui kebenaran dari hadits tersebut adalah hadits tentang ‘takut mati’.

Suatu ketika, Aisyah (istri Rasulullah SAW) pernah salah paham terhadap sabda Rasulullah SAW tentang ‘takut mati’, tetapi kemudian dikoreksi oleh beliau.

Dalam HR Bukhari, Fathul Baari (Vol. XI, hlm. 357),* Anas bin Malik r.a. berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda,

”Siapa yang suka/ingin bertemu dengan Allah SWT, maka Allah SWT pun ingin bertemu dengannya dan siapa yang benci atau tidak suka bertemu dengan Allah SWT, maka Allah SWT pun benci bertemu dengannya.”

Kemudian Aisyah r.a. berkata, “Sesungguhnya kami takut mati bertemu Allah SWT.”

Lalu Rasulullah SAW pun menjawab,

“Maksudnya bukan begitu! Sesungguhnya seorang mukmin apabila dijemput kematian akan diberi kabar gembira bahwa ia mendapat ridha dan kemuliaan-Nya, maka tidak ada yang paling ia sukai kecuali kabar gembira itu. Itulah yang dimaksud siapa yang suka berjumpa dengan Allah SWT, maka Allah SWT pun suka berjumpa dengannya. Adapun orang kafir ketika dijemput kematian akan diberi kabar mengerikan, yaitu murka dan adzab-Nya, maka tidak ada yang paling ia takuti kecuali kabar buruk itu. Itulah yang dimaksud siapa yang tidak suka bertemu dengan Allah, Dia pun tidak suka bertemu dengannya.”

Namun, bukan hanya Aisyah yang salah paham tentang hadits tersebut, seorang sahabat yakni Syuraih bin Hani ketika mendengar hadits tersebut pun salah menafsirkannya. Dirinya justru merasa takut mati untuk menghadap Allah SWT. Kesalahpahaman Syuraih terhadap sabda Rasulullah SAW tentang ‘takut mati’ itu pun dikoreksi oleh Aisyah r.a.

Dari Shahih Muslim, Kitab: Dzikr, doa, tobat, dan istigfar, Bab: Barangsiapa yang ingin bertemu Allah…, jilid 8, hlm. 66,* Syuraih bin Hani berkata:

“Pada suatu hari aku menemui Aisyah dan berkata: ‘Wahai Ummul Mukminin, aku pernah mendengar Abu Hurairah menuturkan sebuah hadits dari Rasulullah SAW yang kalau demikian halnya maka celakalah kita semua.’”

Aisyah bertanya, “Sesungguhnya ada orang yang celaka lantaran sabda Rasulullah SAW itu, apa maksudnya?”

Syuraih bin Hani pun menjelaskan:

“Rasulullah SAW bersabda: ‘Barangsiapa yang suka bertemu dengan Allah SWT, maka Allah SWT pun suka bertemu dengannya, dan barangsiapa yang tidak suka bertemu dengan Allah SWT, maka Allah SWT juga tidak suka bertemu dengannya,’ sedangkan tidak seorang pun dari kita ini yang suka mati.”

Kemudian Aisyah berkata, “Apa yang disabdakan Rasulullah SAW itu bukan seperti pendapatmu itu. ….”

Kemudian Aisyah menyampaikan sabda Rasulullah SAW yang menjelaskan tentang hadits tersebut,

“… Sesungguhnya seorang mukmin apabila dijemput kematian akan diberi kabar gembira bahwa ia mendapat ridha dan kemuliaan-Nya, maka tidak ada yang paling ia sukai kecuali kabar gembira itu. Itulah yang dimaksud siapa yang suka berjumpa dengan Allah SWT, maka Allah SWT pun suka berjumpa dengannya. Adapun orang kafir ketika dijemput kematian akan diberi kabar mengerikan, yaitu murka dan adzab-Nya, maka tidak ada yang paling ia takuti kecuali kabar buruk itu. Itulah yang dimaksud siapa yang tidak suka bertemu dengan Allah, Dia pun tidak suka bertemu dengannya.”

Baca juga: Suraqah bin Malik, Berambisi Membunuh Rasulullah untuk Mendapatkan Hadiah

Surau.co
Logo
Reset Password
Compare items
  • Total (0)
Compare
0
Shopping cart