Masjid Islamic Center Samarinda, Masjid Termegah dan Terbesar Kedua di Asia | Surau.co

Masjid Islamic Center Samarinda, Masjid Termegah dan Terbesar Kedua di Asia

Masjid Islamic Center Samarinda 1
Foto Kemegahan Masjid Islamic Center Samarinda (Sumber: Kompasiana.com)

Surau.co – Masjid Islamic Center Samarinda adalah masjid yang terletak di kelurahan Teluk Lerong Ulu, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia, yang merupakan masjid termegah dan terbesar kedua di Asia Tenggara setelah Masjid Istiqlal.[butuh rujukan] Dengan latar depan berupa tepian sungai Mahakam, masjid ini memiliki menara dan kubah besar yang berdiri tegak.

Masjid Islamic Center Samarinda 3
Masjid Islamic Center Samarinda (Sumber: Katerina – Travelerien.com)

Masjid ini memiliki luas bangunan utama 43.500 meter persegi. Untuk luas bangunan penunjang adalah 7.115 meter persegi dan luas lantai basement 10.235 meter persegi. Sementara lantai dasar masjid seluas 10.270 meter persegi dan lantai utama seluas 8.185 meter persegi. Sedangkan luas lantai mezanin (balkon) adalah 5.290 meter persegi. Lokasi ini sebelumnya merupakan lahan bekas areal penggergajian kayu milik PT Inhutani I yang kemudian dihibahkan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

Bangunan masjid ini memiliki sebanyak 7 menara di mana menara utama setinggi 99 meter yang bermakna asmaul husna atau nama-nama Allah yang jumlahnya 99. Menara utama itu terdiri atas bangunan 15 lantai masing-masing lantai setinggi rata-rata 6 meter. Sementara itu, anak tangga dari lantai dasar menuju lantai utama masjid jumlahnya sebanyak 33 anak tangga. Jumlah ini sengaja disamakan dengan sepertiga jumlah biji tasbih.

Selain menara utama, bangunan ini juga memiliki 6 menara di bagian sisi masjid. Masing-masing 4 di setiap sudut masjid setinggi 70 meter dan 2 menara di bagian pintu gerbang setinggi 57 meter. Enam menara ini juga bermakna sebagai 6 rukun.

Masjid Megah yang Ramah Jamaah

Saat memasuki Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, tepat saat melintasi jembatan Sungai Mahakam, perhatian akan terarah pada sebentuk bangunan megah yang sangat indah. Bangunan tersebut adalah Masjid lslamic Center Samarinda.

Masjid islamic center samarinda depanPosisinya yang sangat strategis di sisi Sungai Mahakam dipadu dengan kemegahan bangunan berkubah besar dan menara yang menjulang tinggi menjadikannya layak diberi predikat landmark kota penghasil batu bara tersebut. Menurut pengelolanya, masjid ini merupakan yang termegah dan terbesar kedua di Asia Tenggara setelah Masjid lstiqlal.

Masjid megah ini bergaya arsitektur khas Turki dengan kombinasi unsur Eropa, Timur Tengah, dan Indonesia. Perpaduan aneka gaya arsitektur tersebut dapat dilihat dari kubah yang mengadopsi model kubah Masjid Haghia Sophia di Istanbul, Turki dan penempatan gerbang-gerbang tinggi nan megah ala Eropa kuno. Adapun desain menara terinspirasi oleh menara Masjid Nabawi, Madinah.

Menara berjumlah tujuh buah, satu menara induk dan enam menara yang yang lebih kecil di bangunan masjid. Menara induk memiliki tinggi 99 meter, menyimbolkan jumlah Asma’ul Husna. Adapun enam menara lainnya merupakan simbolisasi rukun iman.

Memasuki bangunan utama masjid, pengunjung akan melewati 33 anak tangga yang dimaknai sebagai sepertiga jumlah biji tasbih. Setelah melewati anak tangga, pengunjung akan disambut serambi masjid yang sangat mewah. Sentralisasi visual tertuju pada beduk raksasa yang diletakkan di tengah ruang.

Serambi dihiasi lampu gantung kristal dan lampu dinding yang unik bertuliskan kaligrafi huruf Arab. Masjid dilengkapi elevator, lift, serta jalur khusus penyandang cacat untuk memudahkan orang mencapai lantai yang lebih tinggi.

Ruang utama shalat menampilkan kesan yang tak kalah megah namun menyejukkan. Penggunaan material granit pada lantai dengan pilihan warna krem muda beraksen garis vertikal hitam semakin padu dengan dinding mihrab berwarna gelap.

Plafon ruang utama yang mengikuti bentuk kubah berhias lukisan garis abstrak geometris bermotif bintang dan lampu gantung kuningan yang mengelilingi sisi luar lingkaran daiarr. kubah, menimbulkan kesan megah.

Menurut rencana, pembangunan Masjid lslamic Center ini merupakan tahap awal pembangunan pusat peradaban Islam di Kalimantan Timur. Diharapkan, keberadaan masjid in dapat membangkitkan semangat kebersamaan masyarakat setempat.

Wisata Religi di Masjid Islamic Center Samarinda

Kali ini Team Surau.co akan memberikan sebuah rekomendasi lokasi wisata yang ada di kota Samarinda tepatnya berlokasi di Jalan Slamet Riyadi No.1  Kelurahan Teluk Lerong Ulu, Kecamatan Samarinda Kota, Provinsi Kalimantan Timur. Masjid islamic ini memiliki luas 43.500 m2 dan memiliki kapasitas 40.000 jamaah. Bangunan ini memiliki 7 menara yang memiliki tinggi 99 meter, bermakna Asmaul Husna atau nama-nama Allah yang jumlahnya 99. Lantai masjid terdiri dari 3 bagian.

Masjid Islamic Center Samarinda 2
Masjid Islamic Center Samarinda

Bagian pertama, terletak di lantai basement sebagai area parkir kendaraan, toilet pria dan wanita juga terdapat penampungan air bersih untuk keperluan toilet dan tempat wudhu. Bagian kedua merupakan lantai dasar yang berfungsi sebagai ruang pertemuan dengan daya tampung hingga 5000 orang.

Bagian ketiga adalah lantai utama yang merupakan ruang salat utama dengan daya tampung 20.000 orang. Masjid ini menjadi salah satu ikon kota Samarinda hingga dinobatkan sebagai masjid dengan arsitektur yang megah dan juga terbesar nomor 4 di Asia Tenggara versi Good News From Indonesia. Memang, saat Team Surau.co berada di masjid ini suasana Timur Tengah terasa sekali dari pohon-pohon kurma hingga corak dari bangunan ini. Selain beribadah, banyak masyarakat yang berkunjung kemari untuk berfoto atau istirahat di area masjid. Selain itu, masjid ini terletak di dekat Tepian Sungai Mahakam loh, semakin sejuk karena bisa sambil melihat panorama sungai Mahakam. Berikut dokumentasi selama Team Surau.co berada di area masjid.

Masjid Islamic Center Samarinda Terbesar Kedua di ASEAN

Penggalan lirik lagu berjudul “Samarinda Tepian Mahakam” ini mengingatkan penulis pada sekitar tahun 1980-an. Ketika itu, lagu kedaerahan masih sangat semarak diperdengarkan di sejumlah stasiun radio, termasuk siaran di televisi yang masih berwarna hitam putih.

Sejak dulu, Samarinda, ibu kota Kalimantan Timur (Kaltim), begitu memesona dengan perkembangan ko ta dan Sungai Mahakamnya yang jer nih. Sungai Mahakam yang memiliki panjang sekitar 920 kilometer itu, membentang dari Samarinda, Kutai Kartanegara, hingga ke Kutai Barat. Di dalamnya, hidup berbagai spesies ikan dan salah satu hewan langka, pesut Mahakam.

Hingga kini, Sungai Mahakam, salah satu sungai terpanjang di Indonesia itu, masih menjadi urat nadi kehidupan sebagian masyarakat di Kalimantan Timur. Pendek kata, dari dulu hingga sekarang, Sungai Mahakam masih menjadi ikon Provinsi Kalimantan Timur.

Seiring perkembangan zaman, ikon Kaltim tak hanya Sungai Mahakam dan ikan pesutnya, tapi kini sudah ber tambah. Seperti Stadion Aji Imbut di Tenggarong (Kutai Kartanegara), Jem batan Mahakam (Kota Samarinda), Ban dara Sepinggan (Balik papan), dan Pantai Derawan (Kutai Timur).

Demikian pula untuk tempat ibadahnya. Ada Masjid Raya Samarinda, Mas jid Agung Tenggarong, Masjid Agung Balikpapan, serta Islamic Centre Samarinda. Khusus untuk Islamic Centre Samarinda ini, ia bisa disebut sebagai ikon baru Kaltim.

Sebab, luas dan besarnya Masjid Islamic Centre Samarinda ini, merupakan terbesar kedua di Asia Tenggara (ASEAN) setelah Masjid Istiqlal Jakarta. Karena itu, ke beradaan Islamic Centre Samarinda ini menjadi kebanggaan masyarakat Kaltim.

Islamic Centre ini mulai dibangun pada 2000. Pencanangannya dilakukan di Bontang, Kaltim, oleh Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), bersama dengan sejumlah proyek infrastruktur lainnya. Selanjutnya, peletakan batu pertama mulai dilakukan pada 5 Juli 2001 oleh Presiden Megawati Soekarno Putri. Dan akhirnya diresmikan pada 12 Juni 2010 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. (Nurul Hidayat)

Baca juga: Masjid Andalusia Islamic Center – Bogor, Terinspirasi Kejayaan Islam di Andalusia, Spanyol

Nurul Hidayat

Nurul Hidayat

Ketua Persatuan Pemuda Muslim Progresif Magelang, Pegiat kajian islam Nusantara

View all posts