Masjid An-Nurumi – Yogyakarta

Surau.co – Masjid ini terletak di Jalan Solo Km 15, Candisari, Kalasan, Sleman, Yogyakarta. Terletak di di pinggir jalan raya, masjid ini tampak mencolok berkat kubah-kubah berwarna-warni dan bergaya arsitektur khas Rusia.

Karena itulah tempat peribadatan umat Islam ini juga dikenal dengan nama ‘masjid Kremlin’, meskipun pada kenyataannya Kremlin adalah nama sebuah benteng kuno di dekat kompleks Katedral Santo Basil. Wisatawan asing memang sering salah mengira kalau gereja cantik itulah yang disebut Kremlin.

Dilaporkan Atlas Obscura, Masjid Kremlin ini juga sering disebut ‘masjid permen’, sebab bagian atasnya yang berwarna-warni mengingatkan pada istana permen dalam dongeng anak-anak.

Tak jarang pengunjung yang mengira masjid An Nurumi sebagai toko kue atau tempat bermain, terutama karena plang nama masjid terletak agak jauh dari pagar depan. Setelah dijelaskan para pengurus masjid, barulah ketahuan kalau bangunan unik dengan warna-warna semarak ini tempat ibadah.

Masjid ini memang ukurannya tak terlalu besar. Walaupun begitu ia telah banyak berjasa memberikan keteduhan bagi para pengendara yang ingin beristirahat sejenak dan menjalankan ibadah sebelum melanjutkan perjalanan.

Sebuah masjid di Jalan Raya Yogya – Solo Kalasan Sleman ini memiliki tampilan yang unik. Arsitekturnya tidak seperti masjid kebanyakan yang ada di Indonesia. Namanya Masjid An Nurumi.

Masjid seluas 700 meter persegi ini memiliki sembilan menara berkubah dengan warna yang beraneka ragam: biru, kuning, hijau, dan merah. Sepintas masjid ini mirip dengan bangunan bersejarah di Moskow Rusia. Sebab itu pula, masyarakat setempat menyebutnya Masjid Kremlin.

Takmir Masjid An Nurumi, Slamet Budiono Jarot mengatakan masjid ini didirikan pada tanggal 7, jam 7, bulan 7, tahun 2005 oleh Umi Nursalim. “Konsep masjid ini merupakan pengalaman Ibu Umi saat melakukan perjalanan umroh ke tanah suci dan pulang dengan singgah ke Eropa Timur,” kata Slamet, 67 tahun, pada akhir Juli 2019.

Masjid An Nurumi kemudian diresmikan penggunaannya oleh Gubernur DI Yogyakarta, Sultan Hamengkubuwono X, dua tahun setelah mulai dibangun. Kini, Masjid Kremlin tersebut menjadi tempat persinggahan bagi masyarakat dan pelancong yang melintas di sepanjang jalan perbatasan Jawa Tengah dengan Yogyakarta, itu.

Slamet Budiono Jarot menceritakan, ketika singgah di Moskow, Rusia, Umi Nursalim takjub melihat kemegahan salah satu peninggalan sejarah di sana, yakni Benteng Kremlin. Perempuan pemilik usaha restoran ayam di Kalasan ini bertekad membangun masjid Tanah Air yang arsitekturnya serupa dengan Benteng Kremlin.

Tanggal, bulan, dan jam serba tujuh dipilih sebagai permulaan pembangunan Masjid An Nurumi karena angka tersebut, menurut Slamet, dalam falsafah Jawa memiliki makna yang luhur. Sedangkan sembilan kubah yang menjulang bermakna mengingatkan umat Islam di Tanah Air akan perjuangan Wali Songo.

Tak hanya tampilan bangunan luar masjid yang terlihat unik, interior masjid juga memukau. Langit-langit masjid dipenuhi kaligrafi bertuliskan Asmaul Husna. Kaligrafi juga ditulis hingga ke lorong.

Yogyakarta dan Keuinikan Budayanya

Di negara Rusia terdapat tempat wisata yang sangat terkenald an sering dikunjungi oleh para wisatawan lokal maupun mancanegara. Destinasi wisata tersebut antara lain Lapangan Merah, Katedral Santo Basil dan Kremlim. Selain itu, ketiga tempat itu cukup berdekatan sehingga membuat turis asing yang mengunjungi tempat tersebut tak jarang salah menyebut nama dari ketiga destinasi wisata yang terkenal itu. Namun akhirnya pemilik warung makan dan anaknya sangat tertarik dan terpesona akan ketakjuban dari bangunan Katedral Santo Basil. Meskipun demikian para mastarakat sekitar masih sering menyebut bangunan masjid tersebut sebagai masjid Kremlin.

Sedangkan nama yang digunakan pada bangunan masjid tersebut sebenarnya berasal dari gabungan nama dari ibu Noor dan juga anaknya yang bernama Umi maka jika digabungkan menjadi Nurumi. Bentuk bangunan masjid tersebut sangat menarik siapapun yang melihatnya. Terutama para tamu yang sedang membeli menu makanan di rumah makan tersebut. Tak jarang jua dari berbagai orang yang sedang melakukan perjalanan dan berhenti disana untuk mengunjungi dan menikmati keunikan serta keindahan dari bangunan masjid An-Nurumi. Jika dibandingkan dengan bangunan Katedral Santo Basil, maka ukuran dari masjid An-Nurumi lebih kecil tapi arsitekturnya tak kalah menarik.

Pasangan ibu dan anak tersebut membangun masjid An-Nurumi dan telah diresmikan oleh Sri Sultan Hamengkuu Buwono X pada tanggal 9 Agustus 2007 lalu. Meskipun bentuk dari bangunannya tidak seperti bangunan masjid pada umumnya melainkan seperti sebuah bangunan katedral, namun masjid An-Nurumi memiliki fungsi yang sama dengan bangunan masjid lainnya. Tetapi ada juga yang pertama kali melihat bangunan tersebut dan mengira bahwa itu adalah toko permen ataupun souvenir bukan seperti bangunan masjid. Tak hanya wisatawan lokal saja yang mengagumi bentuk bangunan masjid yang tersebut tetapi para wisatawan mancanegara yang sedang berlibur ke Yogyakarta dan melewati tempat itu pasti langsung tertarik oleh bangunan masjid An-Nurumi.

Sisi Menarik Masjid an Nurumi Yogyakarta

Dilihat dari segi bangunannya, masjid An-Nurumi memiliki paduan warna yang begitu menarik dan mencolok. Warna tersebut terdiri dari berbagai macam warna seperti warna kuning, biru, hijau, merah dan juga putih. Perpaduan dari semua warna tersebut terdapat pada bagian ornamen atap masjid yang begitu menarik dan unik. Ornamen tersebut dibentuk seperti bangunan setengan menara naun pada puncaknya diberi hiasan kubah namun ukurannya tidak besar. Kubah-kubah itupun dihias dengan warna perpaduan tersebut ditambah dengan hiasan berbagai garis yang begitu kreatif dan menarik.

Surau.co
Logo
Reset Password
Compare items
  • Total (0)
Compare
0
Shopping cart