Hujan Anak Panah Tak Cukup Untuk Menghentikan Bacaan Ayat Suci dan Shalat Abbad bin Waqash

Please log in or register to like posts.
Abbad bin Bisyr bin Waqash

Surau.co – Salah satu kisah terkait Abbad bin Bisyr terjadi ketika Perang Dzat ar-Riqa’. Usai perang tersebut, kaum Muslim bersama dengan Rasulullah SAW menginap di suatu tempat. Lantaran masih banyak serangan musuh yang mengintai, Rasulullah kemudian memerintahkan beberapa sahabat untuk berjaga secara bergantian, termasuk giliran Abbad bin Bisyr dan sahabat lain Ammar bin Yasir.

Sebab Abbad melihat Ammar tengah lelah, dirinyapun mengusulkan untuk mengawal terlebih dahulu dan membiarkan Ammar untuk tidur terlebih dahulu. Jika Ammar telah cukup beristirahat, maka gantian dengan Ammar.

Ketika melihat kondisi aman, Abbad bin Bisyr melakukan shalat tahajud. Abbad menjalankan shalat dengan khusuk sambil membaca Alquran dengan penuh penghayatan. Saat rakaat pertama, setelah membaca surat Al Fatihah tak disangka musuh datang menyerang dengan melepaskan busur anak panah ke lengan Abbad. Sayangnya panah tersebut tak mempengaruhi shalatnya, Abbad mencabut panah itu dan melanjutkan shalat dengan konsentrasi.

Musuh seperti dibuat ragu apakah panah tersebut mengenai Abbad atau tidak, akhirnya datanglah busur panah kedua menancap di tubuh Abbad. Tak selang berapa lama, menancap lagi busur panah ketiga. Abbad masih melakukan shalatnya dengan khusyuk, seolah tak terpengaruh dengan busur panah yang mengenainya; Abbad mencabut busur panah itu tiap kali mengenainya sambil menyelesaikan bacaan Al-Qur’annya, Surat Al Kahfi.

Tubuh manusia yang dicintai itupun sebagaimana makhluk pada umumnya, terasa sakit dan tenaganya terkuras. Perih menjalar di tubuh Abbad, hingga saat gerakan sujud, Abbad mebangunkan sahabatnya Ammar dengan cara mengguncang-guncangnya hingga terbangun. Setelah Abbad bangun dari sujud, dia masih menuntaskan shalat.

Dalam sakitnya, Abbad berkata, “Gantikanlah aku untuk berjaga, sebab aku telah terluka,” ucap Abbad dengan lirih. Suaranya yang terdengar terluka itu membuat Ammar berempati. Melihat Abbad terkena panah, Ammar sangat terkejut hingga melompat. Ammar membuat gaduh dan ramai sampai membuat para musuh yang terdiri dari para penyusup itu lari.

“Kenapa engkau tak membangunkanku, sedangkan kau begitu terluka terkena panah?” tanya Ammar usai para penyusup pergi.

“Demi Allah, aku tak melalaikan pos penjagaan yang ditugaskan Rasulullah … Aku sedang shalat dan membaca beberapa ayat Al-Quran yang sangat mencekam hatiku, hingga aku tak ingin memutuskannya. Biar tubuhku putus daripada memutus bacaan Al-Qur’an saat shalat,” jawab Abbad.

Baca juga: Abbad bin Bisyr bin Waqash: Sahabat yang Bercahaya Al-Qur’an