Haritsah bin al-Nu’man, Sahabat yang Menghadiahkan Rumahnya untuk Putri Rasulullah | Surau

Haritsah bin al-Nu’man, Sahabat yang Menghadiahkan Rumahnya untuk Putri Rasulullah

Surau.co – Haritsah bin al-Nu’man termasuk salah satu dari sekian sahabat Rasulullah Saw yang kedermawanannya tidak diragukan lagi. Ia banyak berjasa dalam penyebaran Islam dan juga dalam kehidupan Rasulullah. Ia dikenal sebagai sayyid al-kurama’ al-ajwad (pemimpin orang-orang yang murah hati lagi dermawan) dan ajwad al-nas (orang yang paling dermawan). Di antara kedermawanannya adalah bahwa ia pernah menghibahkan salah satu rumahnya untuk Fathimah sebagai hadiah atas pernikahannya dengan Ali bin Abi Thalib.

Pada mulanya, Fathimah, putri Rasulullah tinggal agak jauh dari rumah beliau. Suatu ketika, Rasulullah bersabda, “Aku ingin kamu tinggal dekat denganku.” Fathimah mengusulkan, “Rumah Haritsah adalah rumah yang terdekat dengan rumah ayah. Katakanlah kepadanya agar ia mau bertukar tempat tinggal denganku.”

Rasulullah menimpali, “Sebelumnya, kita sudah bertukar tempat dengannya. Sekarang aku malu mengatakannya.” Ketika Haritsah mengetahui hal itu, ia langsung menemui Rasulullah dan berkata, “Rasulullah, saya mengetahui bahwa anda menginginkan tempat tinggal anda lebih dekat dengan Fathimah. Dan inilah rumahku. Tidak ada rumah yang lebih dekat daripada rumah ini. Terserah anda ya Rasulallah, mana yang anda sukai tukarlah. Rasulullah, diriku dan hartaku ini milik Allah dan Rasul-Nya. Rasulullah, demi Allah, jika ada harta yang anda ambil dari hartaku, itu lebih aku sukai daripada harta yang ada padaku.” Sabda Rasulullah, “Bagus”. Lalu Rasulullah mendo’akan keberkahan kepada Haritsah dan bertukar rumah dengannya.

Selain dermawan, Haritsah bin al-Nu’man juga terkenal dengan kebaikannya; ringan tangan dan suka membantu siapa pun yang membutuhkan bantuannya. Rumahnya sering dijadikan tempat transit para sahabat, dan beberapa kali ia memberikan rumah-rumahnya untuk keluarga Rasulullah Saw. Suatu hari, ketika Rasulullah saw berada di rumah Abu Ayyub di Madinah, Rasulullah menyuruh Zaid bin Haritsah dan Abu Rafi’ pergi ke Mekkah untuk menjemput kedua putri beliau, yaitu Fathimah dan Ummu Kultsum, istri beliau Saudah binti Zam’ah, Usamah bin Zaid dan ibunya, serta Ummu Aiman. Dalam tugas tersebut, mereka dibekali uang sebanyak 500 dirham dan 2 unta, dan dalam rombongan tersebut ikut juga keluarga Abu Bakar, yaitu Abdullah bin Abu Bakar dan Aisyah. Setelah tiba di Madinah, mereka menempati rumah Haritsah bin al-Nu’man.

Haritsah bin al-Nu’man pada masa akhir kehidupannya tidak dapat melihat. Karena pandangan beliau rusak, sehingga beliau mengikatkan tali dari tempat beliau shalat ke pintu dan juga selalu menyimpan keranjang berisi kurma di dekatnya. Ketika ada orang yang memerlukan datang kepada beliau atau pengemis, beliau memegang tali tersebut untuk mengarahkan beliau sampai ke pintu lalu memberikan kurma itu kepada mereka.

Keluarga beliau mengatakan, “Biarkan kami yang akan melakukan pengkhidmatan ini dari pihak anda, karena pandangan anda sudah tidak baik, kenapa bersusah payah seperti itu?”

Namun beliau menjawab, “Saya mendengar Rasulullah saw pernah bersabda, ‘Membantu orang miskin akan menyelamatkan kita dari kematian yang buruk.’” (Kanzul ‘Ummal, nomor 16077)

Surau
Logo
Reset Password
Compare items
  • Total (0)
Compare
0
Shopping cart