Abdullah bin Zaid Sang Pembela Rasulullah SAW

Please log in or register to like posts.
Abdullah bin Zaid Sang Pembela Rasulullah SAW - Surau.co

Sura.co – Abdullah bin Zaid dibesarkan dalam sebuah rumah yang penuh keharuman iman di setiap sudutnya, di lingkungan keluarga yang melambangkan pengorbanan. Ayah Abdullah bin Zaid, adalah salah seorang dari rombongan Yatsrib yang pertama-tama masuk Islam. Sedangkan ibunya, Ummu Amarah Nasibah Al-Maziniyah, merupakan wanita pertama yang memanggul senjata untuk mempertahankan agama Allah dan membela Nabi Muhammad SAW.

Abdullah bin Zaid selalu berjuang bersama Rasulullah SAW, ia mengikuti perang Badar, perang Uhud, dan perang lainnya. Abdullah bin Zaid adalah pemuda yang mempertaruhkan lehernya sebagai tebusan dalam Perang Uhud, untuk melindungi Rasul yang mulia. Namun Allah masih melindunginya. Tak heran jika Rasulullah berdoa bagi keluarga tersebut, “Semoga Allah melimpahkan barakah dan rahmat-Nya bagi kalian sekeluarga.”

Abdullah bin Zaid juga ia ikut berperang melawan nabi palsu, yakni Musailamah al Kadzab. Sebelumnya, Musailamah al Kadzab menyiksa saudaranya, Hubaib bin Zaid dengan memotong anggota badannya satu persatu hingga akhirnya ia gugur sebagai syahid. Mendengar peristiwa itu, semangat kaum muslimin meluap-luap hingga akhirnya Abdullah bin Zaid bersama-sama dengan Wahsyi bin Harb membunuh Musailamah al Kadzab dengan pedangnya sendiri.

Pengalaman-pengalaman perang yang dialami Abdullah bin Zaid bagaimana pun besar dan mengejutkannya, pada hakikatnya tiada lain ialah merupakan proses mematangkan mental Ibnu Zaid untuk menghadapi peristiwa yang sungguh mengguncangkan hati, seperti terguncangnya miliaran kaum Muslimin sejak masa kenabian hingga masa kita sekarang.

Suatu masa, ketika Yazied yang sangat ambisius kekuasaan itu memaksa orang-orang untuk mengakuinya sebagai Khalifah, Abdullah bin Zaid tidak mau melakukan bai’atnya.

Abdullah bin Zaid berkata, “Demi Allah aku tidak mau melantik seseorang sesudah Rasulullah SAW.”

Demikian lah Abdullah bin Zaid wafat setelah dibunuh dengan tenang oleh seseorang dalam peristiwa Harrah pada tahun 63 H di Madinah.

Baca juga: Abdullah bin Zaid, Sahabat Rasulullah SAW yang Bermimpi Seruan Azan